NAQS DNA INSITUTE,
Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pada kening,
sedikit diatas pertengahan kedua alis mata. Ajna juga dekat asosiasinya
dengan kelenjar pineal/pineal gland yang sering disebut sebagai mata
ketiga yang sebenarnya.
Filosofer perancis Rene Descartes mempercayai bahwa pineal gland ini merupakan “
the Seat of the soul” (tempat duduknya jiwa) dimana koneksi pikiran dan tubuh dapat bertemu.
Kelenjar yang berukuran sebesar biji kacang ini biasanya tidak/kurang
aktif bagi majoritas orang tetapi latihan di bawah nanti bila dilakukan
dengan benar akan dapat membangunkan dan menstimulasinya sehingga
menjadi lebih aktif.
Fungsi Mata ketiga:
- melihat energi
- melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
- melihat tembus pandang
- Pusat Intuisi
Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga
mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing –
masing orang tidak sama. Banyak faktor yang mempengaruhinya.
Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga
Pentingnya mata
ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh
para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun
baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern.
Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia
baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop
yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah
diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini,
Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang
tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu
tempat di dalam dahi.”
Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan,
“Tradisi
orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan
bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan
esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”
Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah
dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata
ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat
dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat
merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah
terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat
yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh
(lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar
Pineal dan Melatonin)”.
Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal
dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan
tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan
cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata
fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar
pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata
ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat
membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang
penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat
laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.
Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas
di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima
pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan
gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat
“melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik.
Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak
aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu
pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan
yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk
mendapatkan perannya yang benar.
Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920
menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut
pandang rohani:
Bahkan saat ini,
kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat,
kelenjar ini bergetar dengan perlahan;
ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia
bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit
digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang
menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh
dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan
berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana
mestinya.
Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda
penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian
Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang
pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata
kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali
dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih
menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. [
MK3]
Aktivasi Mata Ketiga
Bukan cuma ring back tone aja yang perlu diaktifkan, tapi mata ketiga
kita juga sangat perlu di aktifkan. Semua orang tanpa kecuali punya
mata ketiga. Sayangkan kalo nggak di pakai. Gunanya apa ? Sama seperti
fungsi mata pada umumnya. Tapi mata yang ini untuk “melihat” hal-hal
yang nggak bisa dilihat mata biasa. Gaib gitu ? Ini nggak melulu soal
mistik tapi berguna untuk memperbaiki kualitas hidup kita secara global.
Mau tau cara mengaktifkannya? Yang pasti bukan dengan cara kirim sms ke operator hape. he..he..he…
Mata ketiga sendiri seperti fungsi utama mata memang di pergunakan untuk “melihat”.
Hanya hal-hal yang dilihat adalah kasat mata, yang nggak bisa dilihat mata biasa.
Mata
biasa mempunyai kemampuan yang terbatas. Hanya bisa melihat
bentuk-bentuk dalam dimensi tiga. Benda-benda yang bergetar pada
frekwensi rendah. Sedangkan banyak benda-benda atau makhluk (entitas)
yang bergetar pada frekwensi yang sangat cepat yang nggak bisa dilihat
mata. Biasanya bagi yang terbiasa berpikir memakai logika saja apa yang
bisa di lihat itulah yang di anggap kenyataan. Padahal justru hal-hal
yang nggak bisa dilihat mempunyai energi lebih besar dan lebih besar
pengaruhnya dalam hidup kita.
Contoh mudahnya adalah dengan memperhatikan baling-baling kipas
angin. saat baling-balingnya berputar dengan kecepatan rendah kita masih
bisa melihatnya. Tapi energi kinetik (angin) yang dihasilkan nggak
besar. Lalu saat kecepatan berputarnya ditambah,baling-baling itu seolah
menghilang tak terlihat. Tapi energi yang dihasilkan jauh lebih besar.
Begitu juga fenomena yang ada di alam. Semua yang bergetar lebih cepat
akan sulit terlihat tapi menghasilakan energi yang lebih besar.
Mungkin yang terlihat oleh mata ketiga bukan secara gamblang. Tapi melalui
simbol-simbol. Atau lewat
mimpi, firasat, intuisi, kejadian-kejadian atau situasi tertentu.
Tapi bagi yang sudah terbiasa, hal-hal tersebut bisa ditangkap,
diartikan sehingga bisa dipergunakan untuk mengambil keputusan yang
tepat atau menghindari bahaya yang akan datang.
Secara medis kelenjar Pituitary juga mempunyai fungsi lain yaitu
memproduksi HGH (human growth hormone). Yaitu hormon pertumbuhan dalam
tubuh manusia yang diantaranya bertugas untuk membuat tulang lebih
kuat,menumbuhkan rambut,merangsang kekebalan tubuh,memperbaiki daya
penglihatan,memberikan perasaan nyaman, memperbaiki daya ingat. Dan yang
paling penting buat para cewek khususnya, HGH ini bisa membuat kulit
lebih halus,sehat dan awet muda.
Nah sekarang saatnya mengaktifkan mata ketiga dan kelenjar pituitary kita.
Latihannya sebagai berikut:
- Duduk atau bersila nyaman pada asana anda dengan punggung tegak,
tenangkan pikiran dan badan dengan baik sebelum menuju ke langkah
selanjutnya.
- Dengan kedua tangan di letakkan pada paha dan posisinya terbuka
menghadap keatas. Atau bagi yang nyaman duduk bersimpuh juga nggak
masalah. Posisi tulang punggung harus tegak. Pundak dibuat rileks.
Bernafaslah dengan rileks.
- Selanjutnya dalam imajinasi kamu, tentukan satu titik diantara kedua alis mata.
- Bila sudah berhasil “melihat” titik itu sekarang masih dalam
imajinasi kamu “bernafaslah” melalui titik itu. Maksudnya seolah-olah
kamu menarik dan menghembuskan nafas melalui titik itu dan bukannya
melalui hidung.
- Pertahankan gambaran ini selama mungkin. Bila pikiran kita melantur
atau tiba-tiba masuk gambaran pikiran lain. Perlahan-lahan secara lembut
kembalikan lagi ke gambaran awal yaitu bernafas melalui titik tersebut.
Hal tersebut merupakan hal yang normal jadi nggak perlu khawatir.
Biasanya sensasi-sensasi yang dirasakan adalah denyutan yang cukup
keras atau adanya rasa hangat pada titik tersebut. Sensasi yang
dirasakan setiap orang akan berbeda-beda. Tidak hal yang baku dalam
masalah ini. Bagi yang tidak atau belum merasakan apapun nggak usah
kecewa. Karena ini cuma masalah kepekaan individu.
Semakin sering latihan ini dilakukan akan semakin menambah kepekaan
dan yang terpenting menstimulasi kelenjar pituitary dan mata ketiga
kita. Hingga bisa berfungsi maksimal. Tidak ada aturan waktu yang baku
kapan harus dilakukan. Bisa dilakukan kapan saja. Hanya memang baiknya
dilakukan di tempat tertutup agar tidak terganggu orang lain.
Setelah sekitar 10-20 menit melakukan latihan, bisa ditutup dengan doa menurut kepercayaan masing-masing.
Efek samping yang diketahui:
Kemungkinan sakit kepala,
migraine, panas dingin, sakit ringan yang disebabkan oleh proses
adaptasi energi tubuh terhadap pola energi baru. Efek ini dapat terjadi
dan juga tidak sama sekali tergantung dari tingkat keaktifan pineal
gland anda. Bila terjadi efek samping biasanya hanya akan terasa
berlangsung selama hanya berapa waktu, sejam, sehari atau dua hari. Bila
berkelanjutan lebih dari 5 hari – seminggu maka dibutuhkan bantuan
meditasi untuk menstabilkan arus energi chi tubuh.
Faktor yang menghambat terbuka dan berfungsinya mata ketiga:
- Hambatan mental
- Trauma
- Aura keinginan yang terlalu kuat melihat untuk menggunakan mata
ketiga. Oleh karena itu jangan gunakan ambisi atau memaksakan diri yang
bisa berakibat terjadinya korslet di otak anda alias terjadi gangguan
syaraf alias Gila, santai dan rileks saja. Yang penting niat dan latihan
rutin.
Nb.
- Bagi yang menjalankan latihan di atas, Resiko ditanggung
sendiri-sendiri ya…. Kalau mau dibimbing secara khusus, ya wajib datang
ke tempat pelatihan. he..he…he….
- Soal mata ke-3, Intuisi, Indra ke-enam, dll. jadilah diri sendiri
saja…. tidak usah membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang
lain….. Gunakan metode yg paling pas untuk diri sendiri…. Karena apapun
sinyal yang kita terima itu sifatnya pribadi…. bahasa simbolik yg
disesuaikan dengan kosa kata dan belief system kita…..
- Jangan punya fantasi dan imajinasi yang berlebihan, terima saja
apapun intuisi, firasat, dan sinyal yang anda terima. Melihat aura
ataupun melihat makhluk halus semacam jin, dll. bukanlah satu-satunya
pertanda keberhasilan anda. karena tiap orang potensi elemen atau unsur
(Air, Api, Udara, & Tanah) di dalam dirinya tidak sama, jadi bagi
yang dominan unsur Api mungkin hanya mampu merasakan dengan “RASA” dan
baru melihat entitas energi melalui mimpi. Dan itupun artinya anda telah
berhasil. Jadi jangan terjebak pada cerita keberhasilan orang lain yang
hanya akan mengecilkan motivasi anda. Tetaplah berlatih memurnikan
diri, berkultivasi. Dan Terimalah Anugerah yang anda terima dan
syukurilah.
Tekhnologi Brainwave Aktivasi Mata Ketiga (PINEAL GLAND GOUP ACTIVATION)